OBJEK WISATA

Posted in bis lombok, LEISURE IN LOMBOK, lombok tour travel, paket lombok

PANTAI PINK LOMBOK

PANTAI PINK LOMBOK

PANTAI PINK LOMBOK
PANTAI PINK LOMBOK
PANTAI PINK LOMBOK

Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Pink dari Pulau Lombok terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur adalah sebuah destinasi wisatawan yang menarik dan patut untuk dikunjungi karena keunikannya.  ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink .  dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.
Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda.
Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut. Pantai ini begitu tenang dan hanya memiliki ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman ketika bermain disana. Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya.Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.
Letaknya yang tersembunyi dan jauh dari pusat kota membuat pantai ini terjaga keindahannya. Infrastruktur yang tidak memadai membuat anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari kota Mataram dan ketika anda sampai di sana jangan harap akan menemukan warung atau penginapan. Oleh karena itu, disarankan anda membawa makanan dari kota dan kembali ke kota untuk menginap.

Lokasi  PANTAI PINK

Pantai Tangsi atau Pantai Pink terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai Pantai Pink, wisatawan dapat melewati rute dari kota Mataram ke Pantai Tanjung Ringgit karena letaknya yang berdekatan. Jalanan yang rusak dan berlubang membuat wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara untuk sampai ke sana. Pintu masuk ke pantai ini, terdapat di 1 km sebelum wisatawan memasuki pantai Tanjung Ringgit, atau sebelum sampai di Pintu masuk pantai Ringgit, akan terlihat di pinggir jalan sebuah rambu yang bertuliskan ‘PANTAI PINK 50M”.

Akses lain untuk bisa mencapai pantai ini selain melalui jalur darat adalah melalui jalur laut, yaitu wisatawan dapat menempuh akses ke Tanjung Luar dari pelabuhan kecil ini wisatawan dapat menggunakan perahu, perjalanan menuju melalui jalur ini sekitar 1 jam dan berhenti di beberapa tempat-tempat yang indah yang kini dijadikan destinasi baru ketika berwisata ke Pantai Pink Lombok seperti Pulau Pasir, Pantai Pink 2, Gili Petelu, Pantai Pink 1 dan juga Pantai Semangkok.
Aktivitas
Wisatawan yang datang ke Pantai Pink dapat melakukan banyak kegiatan .
khususnya kegiatan yang berhubungan dengan air seperti :snorkeling, memancing, dan menyelam.
Untuk snorkeling wisatawan harus membawa perlengkapan sendiri, karena tidak ada yang menyewakan peralatan.
Menyewa perahu nelayan untuk mengelilingi gugusan pulau-pulau kecil yang berjarak hanya 2 km dari tepi pantai.  Tidak jauh dari sekitaran pantai, wisatawan dapat menjelajahi goa peninggalan Jepang.

Akomodasi

Wisatawan tidak akan menemukan fasilitas lengkap dan super mewah seperti pantai pada umumnya. Anda hanya akan menemukan nelayan yang menawarkan perahu untuk mengelilingi pulau kecil .
beberapa orang yang menawarkan aneka minuman dan tidak ada penginapan.
Oleh karena itu, disarankan anda pulau pada sore hari untuk kembali ke penginapan.

Advertisements
Posted in bis lombok, lombok event organizer, lombok tour travel, paket lombok

GENERAL INFORMATION

 

 

 

 

PAKET TOUR LOMBOK - TRANSPORTASI - HOTEL - MEETING - OUTBOUND - EVENT ORGANIZER DAN GATHERING DI LOMBOK - TALENT - MULTIMEDIA -SEWA BUS DAN MOBIL di LOMBOK

Salam hangat,
Banyak pertanyaan mengenai Wisata di Nusa Tenggara
Barat , tentunya tentang apa saja yang dapat dilihat atau dilakukan khususnya di Lombok .
Untuk itu kami dari PT. Alam Indah Semesta Lombok Tour & Travel atau yang lebih dikenal dengan nama AISL Tours memberi solusi melalui media Blog ini yang kami design dengan sangat sederhana semoga dapat memudahkan anda untuk mendapatkan INFORMASI WISATA DI LOMBOK atau layanan lainnya .
Blog kami ini juga kami lengkapi dengan berbagai informasi lainnya mengenai Wisata di SUMBAWA, BIMA, hingga FLORES – NUSA TENGGARA TIMUR ,
Harapan kami semoga apa yang anda cari dan butuhkan dapat anda temui di web kami ini dan jika masih ada kekurangan , jangan pernah sungkan untuk menghubungi kami untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dengan menghubungi alamat kontak yang tertera di blog ini dan dengan segala keterbatasan kami , kami akan selalu siap membantu anda .
Akhir kata kami atas nama Management PT AIS LOMBOK Tours mengucapkan terimakasih telah bergabung dan mengunjungi blog kami , kami menunggu kunjungan anda di Lombok.

https://aisltours.blogspot.co.id

https://aislomboktourtravel.wordpress.com

/http://transportlomboktravel.blogspot.co.id

/https://lombokoutboundprovider.wordpress.com

/https://lomboktourtravel.wordpress.com

http://aislomboktours.business.site

/https://outbounddilombok.wordpress.com

/http://lombokoutboundprovider.blogspot.co.id

http://aislomboktourtravel.blogspot.co.id

GENERAL INFORMATION – NTB
INFORMASI MENGENAI NUSA TENGGARA BARAT
Luas 5.435 km² (108)
Populasi 2.722.123 (2001)[
Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.
Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%)
Arti Lambang NUSA TENGGARA BARAT

Berlatar belakang perisai sebagai gambaran jiwa pahlawan, lambang Nusa Tenggara Barat terdiri dari 6 unsur yakni : bintang, kapas dan padi, menjangan gunung dan kubah. Bintang melambangkan 5 sila pancasila, kapas dan padi selain melambangkan kemakmuran juga melambangkan tanggal terbentuknya provinsi NTB 14 Agustus 1958. Hari tersebut dengan diungkapkan secara simbolik dengan jumlah kuntum dan untaian padi 58. Rantai terdiri dari 4 berbentuk bulat dan 5 berbentuk segi empat, melambangkan tahun 45 (1945) sebagai tahun kemerdekaan RI. Menjangan merupakan salah satu satwa yang banyak berada di Pulau Sumbawa. Gunung yang berasap melukiskan kemegahan gunung Rinjani sebagai gunung tertinggi di Lombok. Kubah melambangkan ketaatan beragama masyarakat provinsi NTB.
SEJARAH LOMBOK
Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan Selaparang.
Kerajaan Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun 1744 setelah ditaklukkan oleh gabungan pasukan Kerajaan Karangasem dari Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang. [2]. Pendudukan Bali ini memunculkan pengaruh kultur Bali yang kuat di sisi barat Lombok, seperti pada tarian serta peninggalan bangunan (misalnya Istana Cakranegara di Ampenan). Baru pada tahun 1894 Lombok terbebas dari pengaruh Karangasem akibat campur tangan Batavia (Hindia Belanda) yang masuk karena pemberontakan orang Sasak mengundang mereka datang. Namun demikian, Lombok kemudian berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda secara langsung.
Masuknya Jepang (1942) membuat otomatis Lombok berada di bawah kendali pemerintah pendudukan Jepang wilayah timur. Seusai Perang Dunia II Lombok sempat berada di bawah Negara Indonesia Timur, sebelum kemudian pada tahun 1950 bergabung dengan Republik Indonesia
Merekonstruksi sejarah Kerajaan Selaparang menjadi sebuah bangunan kesejarahan yang utuh dan menyeluruh agaknya memerlukan pengkajian yang mendalam. Permasalahan utamanya terletak pada ketersediaan sumber-sumber sejarah yang layak dan memadai. Sumber-sumber yang ada sekarang, seperti Babad dan lain-lain memerlukan pemilihan dan pemilahan dengan kriteria yang valid dan reliable. Apa yang tertuang dalam tulisan sederhana ini mungkin masih mengundang perdebatan. Karena itu sejauh terdapat perbedaan-perbedaan dalam pengungkapannya akan dlmuat sebagai gambaran yang masih harus ditelusurl sebagal bahan pengkajlan leblh ianjut.

Agak sulit membuat kompromi penafsiran untuk menemukan benang merah ketiga deskripsi di atas. Minimnya sumber-sumber sejarah menjadi alasan yang tak terelakkan.
Zaman Majapahit
Menurut Lalu Djelenga (2004), catatan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok yang lebih berarti dimulai dari masuknya Majapahit melalui exspedisi di bawah Mpu Nala pada tahun 1343, sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang kemudian diteruskan dengan inspeksi Gajah Mada sendiri pada tahun 1352.
Ekspedisi ini, lanjut Djelenga, meninggalkan jejak kerajaan Gelgel di Bali. Sedangkan di Lombok, dalam perkembangannya meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka, setelah kerajaan Majapahit runtuh.
Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok. Disebutkan kota Lombok terletak di teluk Lombok yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini menjadikannya banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Palembang, Banten, Gresik, dan Sulawesi.
MASUKNYA ISLAM DI LOMBOK
Belakangan, ketika Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri datang mengislamkan kerajaan Lombok. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara.
“Susuhnii Ratu Giri memerintahkan keyakinan baru disebarkan ke seluruh pelosok. Dilembu Manku Rat dikirim bersama bala tentara ke Banjarmasin, Datu bandan di kirim ke Makasar, Tidore, Seram dan Galeier, dan Putra Susuhunan, Pangeran Prapen ke Bali, Lombok, dan Sumbawa. Prapen pertama kali berlayar ke Lombok, dimana dengan kekuatan senjata ia memaksa orang untuk memeluk agama Islam. Setelah menyelesaikan tugasnya, Prapen berlayar ke Sumbawa dan Bima. Namun selama ketiadaannya, karena kaum perempuan tetap menganut keyakinan Pagan, masyarakat Lombok kembali kepada faham pagan. Setelah kemenangannya di Sumbawa dan Bima, Prapen kembali, dan dengan dibantu oleh Raden Sumuliya dan Raden Salut, ia mengatur gerakan dakwah baru yang kali ini mencapai kesuksesan. Sebagian masyarakat berlari ke gunung-gunung, sebagian lainnya ditaklukkan lalu masuk Islam dan sebagian lainnya hanya ditaklukkan. Prapen meninggalkan Raden Sumuliya dan Raden Salut untuk memelihara agama Islam, dan ia sendiri bergerak ke Bali, dimana ia memulai negosiasi (tanpa hasil) dengan Dewa Agung Klungkung.”
Proses pengislaman oleh Sunan Prapen menuai hasil yang menggembirkan, hingga beberapa tahun kemudia seluruh pulau Lombok memeluk agama Islam, kecuali beberapa tempat yang masih memepertahankan adat istiadat lama.
Sementara di Kerajaan Lombok, sebuah kebijakan besar dilakukan Prabu Rangkesari dengan memindahkan pusat kerajaan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang musuh dibandingkan posisi sebelumnya.
Menurut Fathurrahman Zakaria, dari wilayah pusat kerajaan yang baru ini, panorama Selat Alas yang indah membiru dapat dinikmati dengan latar belakang daratan Pulau Sumbawa dari ujung utara ke selatan dengan sekali sapuan pandangan. Dengan demikian semua gerakan yang mencurigakan di tengah lautan akan segera dapat diketahui. Wilayah ini juga memiliki daerah belakang berupa bukit-bukit persawahan yang dibangun dan ditata rapi bertingkat-tingkat sampai hutan Lemor yang memiliki sumber air yang melimpah.
Di bawah pimpinan Prabu Rangkesari, Kerajaan Selaparang berkembang menjadi kerajaan yang maju di berbagai bidang. Salah satunya adalah perkembangan kebudayaan yang kemudian banyak melahirkan manusia-manusia sebagai khazanah warisan tradisional masyarakat Lombok hari ini. ahli sejarah berkebangsaan Belanda L. C. Van den Berg menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat mempengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara, Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak. Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, lapel Adam, Menak Berji, Rengganis, dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim, dan sebagainya.
Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya. Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta artinya gading gajah; apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi. Danti artinya ludah; apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi. Kusuma artinya kembang; tidak mungkin kembang itu mekar dua kali. Warsa artinya hujan; apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan.
Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia), atau terpi (teratur). Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil), atau genem (rajin).
Kemajuan Kerajaan Selaparang ini membuat kerajaan Gelgel di Bali merasa tidak senang. Gelgel yang merasa sebagai pewaris Majapahit, melakukan serangan ke Kerajaan Selaparang pada tahun 1520, akan tetapi monemui kegagalan.
Mengambil pelajaran dari serangan yang gagal pada 1520, Gelgel dengan cerdik memaanfaatkan situasai untuk melakukan infiltrasi dengan mengirimkan rakyatnya membuka pemukiman dan persawahan di bagian selatan sisi barat Lombok yang subur. Bahkan disebutkan, Gelgel menempuh strategi baru dengan mengirim Dangkiang Nirartha untuk memasukkan faham baru berupa singkretisme Hindu-Islam. Walau tidak lama di Lombok, tetapi ajaran-ajarannya telah dapat mempengaruhi beberapa pemimpin agama Islam yang belum lama memeluk agama Islam. Namun niat Kerajaan Gelgel untuk menaklukkan Kerajaan Selaparang terhenti karena secara internal kerajaan Hindu ini juga mengalami stagnasi dan kelemahan di sana-sini.
Kedatangan VOC Belanda ke Indonesia yang menguasai jalur perdagangan di utara telah menimbulkan kegusaran Gowa, sehingga Gowa menutup jalur perdagangan ke selatan dengan cara menguasai Pulau Sumbawa dan Selaparang. Dan untuk membendung misi kristenisasi menuju ke barat, maka Gowa juga menduduki Flores Barat dengan membangun Kerajaan Manggarai.
Ekspansi Gowa ini menyebabkan Gelgel yang mulai bangkit tidak senang. Gowa dihadapkan pada posisi dilematis, mereka khawatir Belanda memanfaatkan Gelgel. Maka tercapai kesepakatan dengan Gelgel melalui perjanjian Saganing pada tahun 1624, yang isinya antara lain Gelgel tidak akan bekerja sama dengan Belanda dan Gowa akan melepaskan perlindungannya atas Selaparang, yang dianggap halaman belakang Gelgel.
Akan tetapi terjadi perubahan sikap sepeninggal Dalem Sagining yang digantikan oleh Dalem Pemayun Anom. Terjadi polarisasi yang semakin jelas, yakni Gowa menjalin kerjasama dengan Mataram di Jawa dalam rangka menghadapi Belanda. Sebaliknya Belanda berhasil mendekati Gelgel, sehingga pada tahun 1640, Gowa masuk kembali ke Lombok. Bahkan pada tahun 1648, salah seorang Pangeran Selaparang dari Trah Pejanggik bernama Mas Pemayan dengan gelar Pemban Mas Aji Komala, diangkat sebagai raja muda, semacam gubernur mewakili Gowa, berkedudukan di bagian bara pulau Sumbawa.
Akhirnya perang antara Gowa dengan Belanda tidak terelakkan. Gowa melakukan perlawanan keras terutama dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Sejarah mencatat Gow harus menerima perjanjian Bungaya pada tahun 1667. Bungaya adalah sebuah wilayah yang terletak disekitar pusat kerajaan Gelgel di Klungkung yang menandai eratnya hubungan Gelgel-Belanda. Konon Gelgel berusaha memanfaatkan situasi dengan mengirimkan ekspedisi langsung ke pusat pemerintahan Selaparang pada tahun 1668-1669, tetapi ekspedisi tersebut gagal.

Sekalipun Selaparang unggul melawan kekuatan tetangganya, yaitu Kerajaan Gelgel, namun pada saat yang bersamaan, suatu kekuatan baru dari arah barat telah muncul pula. Embrio kekuatan ini telah ada sejak permulaan abad ke-15 dengan datangnya para imigran petani liar dari Karang Asem (Bali) secara bergelombang, dan mendirikan koloni di kawasan Kotamadya Mataram sekarang ini. Kekuatan itu telah menjelma sebagai sebuah kerajaan kecil, yaitu Kerajaan Pagutan dan Pagesangan, yang berdiri pada tahun 1622.
Namun bahaya yang dinilai menjadi ancaman utama dan akan tetap muncul secara tiba-tiba yaitu kekuatan asing, Belanda, yang sewaktu-waktu akan melakukan ekspansi. Kekuatan dari tetangga dekat diabaikan, karena Gelgel yang demikian kuat mampu dipatahkan. Sebab itu sebelum kerajaan yang berdiri di wilayah kekuasaannya di bagian barat ini berdiri, hanya diantisipasi dengan menempatkan pasukan kecil di bawah pimpinan Patinglaga Deneq Wirabangsa.
Di balik itu, memang ada faktor-faktor lain terutama masalah perbatasan antara Selaparang dan Pejanggik yang tidak kunjung selesai. Hal ini menyebabkan adanya saling mengharapkan peran yang lebih di antara kedua kerajaan serumpun ini. Atau saling lempar tanggung jawab. Dalam kecamuk peperangandan upaya mengahadapi masalah kekuatan yang baru tumbuh dari arah barat itu, maka secara tiba-tiba saja, tokoh penting di lingkungan pusat kerajaan, yaitu patih kerajaan sendiri yang bernama, Raden Arya Banjar Getas, ditengarai berselisih pendapat dengan rajanya. Raden Arya Banjar Getas akhirnya meninggalkan Selaparang dan hijrah mengabdikan diri di Kerajaan Pejanggik.yang dulu (Kerajaan Pejanggik-red) berada di Daerah Pejanggik yang berada di Kecamatan Jonggat
Atas prakarsanya sendiri, Raden Arya Banjar Getas dapat menyeret Pejanggik bergabung dengan sebuah Ekspedisi Tentara Kerajaan Karang Asem yang sudah mendarat menyusul di Lombok Barat. Semula, informasi awal yang diperoleh, maksud kedatangan ekspedisi itu akan menyerang Kerajaan Pejanggik.
Namun dalam kenyataan sejarah, ekspedisi itu telah menghancurkan Kerajaan Selaparang. Dan Kerajaan Selaparang dapat ditaklukkan hampir tanpa perlawanan, karena sudah dalam keadaan sangat lemah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1672. Pusat kerajaan hancur; rata dengan tanah, dan raja beserta seluruh keluarganya mati terbunuh.
Selaparang jatuh hanya tiga tahun setelah menghadapi Belanda. Empat belas tahun kemudian, pada tahun 1686 Kerajaan Pejanggik dibumi hanguskan oleh Kerajaan Mataram Karang Asem. Akibat kekalahan Pejanggik, maka Kerajaan Mataram mulai berdaulat menjadi penguasa tunggal di Pulau Lombok setelah sebelumnya juga meluluh lantakkan kerajaan-kerajaan kecil lainnya.

 

 

PULAU LOMBOK
(jumlah penduduk pada tahun 2001: 2.722.123 jiwa)
adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Luas pulau ini mencapai 5.435 km², menempatkannya pada peringkat 108 dari daftar pulau berdasarkan luasnya di dunia. Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram
Pembagian administratif
Lombok termasuk provinsi Nusa Tenggara Barat dan pulau ini sendiri dibagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kotamadya:

* Kotamadya Mataram
* Kabupaten Lombok Barat
* Kabupaten Lombok Tengah
* Kabupaten Lombok Timur
* Kabupaten Lombok Utara
Geografi
Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Gunung ini terakhir meletus pada bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997 kawasan gunung dan danau Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi oleh pemerintah. Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas tanah subur yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya ditanam di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.

DEMOGRAFI LOMBOK
Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab

BAHASA DI LOMBOK
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari
AGAMA DI LOMBOK
Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini.
Di Lombok Barat bagian utara, tepatnya di daerah Bayan, terutama di kalangan mereka yang berusia lanjut, masih dapat dijumpai para penganut aliran Islam Wetu Telu (waktu tiga). Tidak seperti umumnya penganut ajaran Islam yang melakukan salat lima kali dalam sehari, para penganut ajaran ini mempraktikan salat wajib hanya pada tiga waktu saja. Konon hal ini terjadi karena penyebar Islam saat itu mengajarkan Islam secara bertahap dan karena suatu hal tidak sempat menyempurnakan dakwahnya.

TOURIST OBJECT
PARIWISATA LOMBOK

Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krisis moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1997 dan krisis-krisis lain yang menyertainya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali. Namun selang beberapa lama kemudian situasi sudah menjadi kondusif dan mereka sudah kembali. Pada tahun 2007 sektor pariwisata adalah satu-satunya sektor di Lombok yang berkembang
OBJEK WISATA DI LOMBOK
PANTAI SENGGIGI adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

BATU BOLONG
Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini.
Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali
GILI AIR MENO DAN TRAWANGAN
Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.
Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam kedai “Tîr na Nôg” mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.
Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

 

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.
GUNUNG RINJANI adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.
Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.
Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.[4] Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.
Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.
PANTAI KUTA
Pantai Kuta dan Tanjung A’an Lombok adalah tempat wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru. Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di desa ini, satu kali dalam setahun diadakan upacara Sasak di desa ini. Ini adalah upacara Bau Nyale. Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut
Menurut legenda, dahulunya ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya. Karena ia tidak dapat mengambil keputusan, maka ia terjun ke air laut. Ia berjanji sebelumnya bahwa ia akan datang kembali satu kali dalam setahun. Rambutnya yang panjang kemudian menjadi cacing Nyale tersebut.
PUSUK ( MONKEY FOREST ) yang berarti puncak, bagian kawasan Hutan Rinjani, Lombok, adalah tempat persinggahan bagi turis, baik asing maupun domestik, menuju beberapa obyek wisata di Lombok Barat bagian utara, seperti Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan, Kecamatan Pemenang.
Selain itu, bisa pula ke Air Terjun Sendanggile, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, yang merupakan gerbang pendakian Gunung Rinjani (3.726 meter). Di Pusuk terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok.jalan di pusuk memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing.hutan lindung yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer di pinggir jalan.
TAMAN NARMADA , MAYURA , PURA MERU DAN PURA LINGSAR
Taman Narmada adalah sebuah taman yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan dan permandian keluarga raja (Sewaktu masih masa kerajaan di Mataram). Di taman ini terdapat kolam renang dan sebuah Pura Hindu. Tempat ini juga mempunyai mata air awet muda, yang dipercaya akan memberi umur panjang bagi siapa yang meminum air dari mata air ini.
Taman Mayura dan Pura Meru dapat dipandang sebagai bukti kehadiran Kerajaan Karang Asem ,pada mulanya Taman ini dikenal dengan nama Taman KELEPUQ,nama Mayura muncul pada saat pemerintahan Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem
LINGSAR merupakan sebuah Pura yang unik karena di gunakan oleh umat Hindu dan Kepercayaan Islam Wetu Telu secara bersama .
BANYUMULEK POTTERY VILLAGE , letaknya sekitar 10km dari Kota Mataram merupakan satu dari tiga sentra kerajinan Gerabah di Lombok
SUKARARA WEAVING VILLAGE , merupakan sebuah perkampungan Tenun khas Lombok ,umumnya dilakukakan oleh Perempuan dan keahlian tersebut didapat turun temurun dari generasi ke generasi
SADE / RAMBITAN SASAK VILLAGES , salah satu perkampungan Suku Sasak yang masih menjaga dan menerapkan pola hidup traditional
GUNUNGSARI BAMBOO CRAFT , penduduk disekitar perkampungan ini membuat berbagai bentuk furniture dari Bambu , seperti meja/kursi ,tempat tidur dll

KARANG BAYAN AND NYIUR BAYA , perkampungan yang berada di daerah berbukit dengan udara yang segar dan suasana perkampungan yang damai , selain bertani penduduk setempat juga membuat anyaman dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan bahan KETAK
LOYOK HANDYCRAFT , sebuah perkampungan kerijanan Anyaman Bambu seperti ,keranjang , Tas/Dompet ,dll ,
BELEKA ,LABUAPI ,SAYANG-SAYANG WOOD CARVING VILLAGE , perkampungan ini memproduksi aneka kerajinan dari Kayu , Rotan dll
PANTAI – PANTAI DI LOMBOK : PANTAI PINK

 

HOTEL INFORMATION
LOMBOK HOTEL INFORMATION AND RESERVATION

Penginapan adalah bagian kebutuhan Perjalanan Dinas maupun Wisata , untuk itu kami juga memberi kemudahan dalam Informasi maupun Pemesanan kamar Hotel di seluruh kawasan Lombok .
Untuk saat ini kami hanya menampilkan beberapa Pilihan Hotel Berbintang yang tentunya masih kekurangan namun kami juga siap melayani informasi dan pemesanan hotel non bintang ataupun hotel berbintang yang belum tercantum dalam web kami ini .

1LOMBOK TOURS TRAVEL

PT. AIS LOMBOK TOUR MELAYANI : PAKET TOUR LOMBOK – TRANSPORTASI – HOTEL – MEETING – OUTBOUND – EVENT ORGANIZER DAN GATHERING DI LOMBOK – TALENT – MULTIMEDIA di LOMBOK Phone /Sms/WA : 0878 65 114433 – 081 339 647893 Email : aislombok@gmail.com

eo Lombok-USHER-BAND TOP 40-ELECTONE PLAYER-TARIAN TRADITIONAL LOMBOK-LOMBOK EVENT ORGANIZER-MC-SPG  LOMBOK-VENDOR EVENT LOMBOK

Posted in bis lombok, lombok event organizer, lombok tour travel, paket lombok

LOMBOK TOUR TRAVEL & EVENT ORGANIZER

PAKET TOUR LOMBOK - TRANSPORTASI - HOTEL - MEETING - OUTBOUND - EVENT ORGANIZER DAN GATHERING DI LOMBOK - TALENT - MULTIMEDIA -SEWA BUS DAN MOBIL di LOMBOK
lombok tour travel

AIS LOMBOK TOURS : PAKET WISATA LOMBOK , TREKKING RINJANI , OUTBOUND DAN TEAM BUILDING , HOTEL LOMBOK , PENYEWAAN BIS DAN RENT CAR , MEETING DAN GATHERING , EVENT PRODUCTION DAN ORGANIZER DI LOMBOK

email : aislombok@gmail.com
YM : putradilombok@yahoo.com
PHONE/SMS/WA : 081 339 647 893  / 0878 65 114433

PAKET PERTEMUAN – RAKOR DI LOMBOK 3 HARI 2 MALAM


DAY #1 : Penjemputan peserta dari Bandara ke hotel,waktu disesuaikan dengan jadwal 
penerbangan .
19.00 – Pembukaan meeting , makan malam 

DAY #2 : 07-08 Breakfast, Meeting Progress 

DAY #3: Breakfast – Fullday Tour , Bandara

PAKET PERTEMUAN – RAKOR DI LOMBOK 3 HARI 2 MALAM

 

LOMBOK OUTBOUND/TEAM BUILDING

Lokasi : Senggigi , Gili Trawangan  atau Selat Base Camp

 Paket Outbound  3 Hari 2 Malam

Hari # 1 – Tiba di Bandara Selaparang Lombok , City Tour , check In  ke hotel , Istirahat  ( Dinner )

Hari # 2 –  FULLDAY OUTBOUND/TEAM BUILDING (B/L/D)

–           Spider web

–           Jembatan Goyang

–           Black Hawk Down

–           Kargo Net

–           Burma Bridge

–           Flying Fox

–           Note : makan siang Begibung ( cara makan bersama khas Lombok di sajikan dalam dulang atau sejenis nampan kayu )

Hari # 3 – Check out dari hotel , Sasak Tour  kemudian ke Bandara untuk penerbangan berikutnya ,acara wisata di Lombok Selesai ( B/L )

Lombok Outbound Paket Tour 5Hari 4Malam

Hari # 1 – Tiba di Bandara Selaparang Lombok , anda akan di temui oleh Staff dari PT. AISL Tours yang selanjutnya akan memandu dan menemani anda , Check in ke Hotel ,  (DINNER )

Hari # 2 – Fullday Meeting .(B/L/D )

Hari # 3 – 09.00 am  –  Gili Trawangan Tour  .(B/L/D)

Hari # 4  – FULLDAY OUTBOUND/TEAM BUILDING (B/L/D)

–           Spider web

–           Jembatan Goyang

–           Black Hawk Down

–           Kargo Net

–           Burma Bridge

–           Flying Fox

–           Note : makan siang Begibung ( cara makan bersama khas Lombok di sajikan dalam dulang atau sejenis nampan kayu )

Hari # 5– Sarapan pagi, Acara bebas di hotel ,Check out dari hotel , kemudian ke Bandara untuk penerbangan berikutnya        ,acara wisata di Lombok Selesai

LOMBOK – GILI TRAWANGAN OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING

5HARI 4 MALAM

Hari #1 – Tiba di Bandara selaparang Lombok , makan siang di restaurant Taliwang , selanjutnya menuju ke Pelabuhan Bangsal untuk penyeberangan ke Gili Trawangan , Check in Hotel , setelah itu bersiap untuk acara outbound  – ICE BREAKING –    FUN GAMES ( 3 GAMES ) –     BAZAR SUNSET GAMES ( HOW MUCH YOU CAN BUY )

Hari#2- setelah sarapan pagi bersiap untuk mengikuti acara ISLAND AMAZING TEAM BUILDING

Hari#3 –07.00 Check out dari Gili Trawangan langsung ke  Base Camp kami di Mataram tepatnya di Suranadi dengan sirkuit permainan

–          Spider web

–          Jembatan Goyang

–          Black Hawk Down

–          Kargo Net

–          Burma Bridge

–          Flying Fox

–          Note : makan siang Begibung ( cara makan bersama khas Lombok di sajikan dalam dulang atau sejenis nampan kayu )

Hari #4 – Fullday Meeting

Hari# 5 – check out dari hotel di senggigi , shopping tour dan selanjutnya ke bandara untuk penerbangan berikutnya ,acara wisata dan outbound di Lombok selesai

 

LOMBOK TOURS TRAVEL

PT. AIS LOMBOK TOUR MELAYANI : PAKET TOUR LOMBOK – TRANSPORTASI – HOTEL – MEETING – OUTBOUND – EVENT ORGANIZER DAN GATHERING DI LOMBOK – TALENT – MULTIMEDIA di LOMBOK Phone /Sms/WA : 0878 65 114433 – 081 339 647893 Email : aislombok@gmail.com

eo Lombok-USHER-BAND TOP 40-ELECTONE PLAYER-TARIAN TRADITIONAL LOMBOK-LOMBOK EVENT ORGANIZER-MC-SPG  LOMBOK-VENDOR EVENT LOMBOK

Posted in Uncategorized

Hello world!

RENCANAKAN LIBURAN ANDA KE LOMBOK DAN BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI

AIS Lombok Tour Travel , Pilihan tepat untuk melayani semua kebutuhan perjalanan anda selama di Lombok
Dengan  hanya menghubungi kami , anda akan mendapatkan jasa layanan pemesanan hotel ,transportasi , paket wisata hingga kebutuhan lainnya seperti Outbound/Team Building , Amazing Race , Produksi untuk Event , dll.

PT. Alam Indah Semesta Lombok Tour & Travel merupakan sebuah Badan Usaha yang bergerak dalam bidang Jasa pariwisata , yang melayani semua kebutuhan Wisatawan Domestik maupun Manca Negara
PT. Alam Indah Semesta Lombok Tour & Travel telah berdiri sebagai badan hukum tersendiri berdasarkan Akta Notaris dan telah di sahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia .

Kami telah berpengalaman melayani dan menjadi fasilitator untuk perjalanan Wisata maupun Dinas perorangan,keluarga dan kelompok .
Kami juga pernah dipercaya oleh beberapa Instansi Pemerintah dan BUMN sebagai penyelenggara acara Wisata dan PERTEMUAN atau RAKOR di LOMBOK berskala nasional dengan hasil memuaskan .
Dengan di dukung oleh kelompok kerja yang memiliki komitmen untuk memberi “Kenyamanan Berwisata “ dan dengan mott o “ SAFETY – CARE – REASONABLE FEE , kami siap melayani semua kebutuhan Perjalanan Dinas maupun Wisata .

 

Paket Tour – Transport – Hotel – Meeting – Event Organizer Outbound di Lombok

Inbox atau Contact :

Phone /Sms/ WA : 0878 65 114433 – 081 339 647893 Email : aislombok@gmail.com

AIS LOMBOK TOURS : PAKET WISATA LOMBOK , TREKKING RINJANI , OUTBOUND DAN TEAM BUILDING , HOTEL LOMBOK , PENYEWAAN BIS DAN RENT CAR , MEETING DAN GATHERING , EVENT PRODUCTION DAN ORGANIZER DI LOMBOK